← Semua artikel

Artikel

Bagaimana Retailer Jakarta Menumbuhkan Penjualan Berulang dengan Odoo Email Marketing

Sebuah retailer Jakarta mengubah daftar pelanggan menganggur menjadi penjualan berulang dengan Odoo Email Marketing dan segmentasi cerdas. Inilah yang berubah dan kenapa berhasil.

3 menit baca
  • narrative
  • odoo

Sebuah retailer di Jakarta — produk rumah dan gaya hidup, menjual baik di toko fisik dan online — duduk di atas aset yang tak pernah dipakai: daftar ribuan pelanggan lampau, semua di sistem Odoo-nya, lengkap dengan apa yang mereka beli. Bisnis fokus sepenuhnya pada menemukan pelanggan baru, sementara orang yang sudah membeli sekali dan mungkin senang membeli lagi tak pernah dihubungi. Mereka meninggalkan penjualan berulang di meja.

Aset tak terpakai

Tiap pelanggan yang pernah membeli ada di Odoo, dengan riwayat pesanan mereka. Tapi pemasaran berarti iklan ditujukan ke orang asing. Pelanggan yang ada — lebih mudah dijual, sudah memercayai brand — tak dapat apa-apa. Tanpa newsletter, tanpa “kami punya stok baru,” tanpa alasan kembali. Pemilik tahu, samar-samar, bahwa pelanggan berulang berharga, tapi tak punya sistem benar-benar menjangkau mereka, dan ide mengekspor daftar ke tool email terpisah dan menjaganya sinkron terasa lebih merepotkan dari nilainya.

Apa yang berubah

Karena data pelanggan sudah di Odoo, mereka mulai memakai Odoo Email Marketing — tanpa daftar untuk diekspor, tanpa sinkron, hanya pelanggan yang sudah di sana.

Kampanye tersegmentasi, bukan blast. Alih-alih mengemail semua hal sama, mereka memakai data Odoo untuk menyegmentasi. Barang baru pergi ke pelanggan yang membeli produk terkait. Penawaran win-back pergi ke pelanggan yang tak memesan dalam enam bulan. Perk loyalti pergi ke pembeli berulang terbaik mereka. Tiap grup dapat sesuatu relevan, karena Odoo tahu apa yang sebenarnya mereka beli.

Irama teratur. Mereka membangun irama sederhana — newsletter berkala dengan produk baru dan konten berguna, plus promosi tertarget sesekali. Bukan spam konstan, cukup untuk tetap hadir di benak pelanggan.

Belajar dari keterlibatan. Mereka mengawasi pembukaan dan klik, belajar produk dan subjek mana beresonansi, dan menyempurnakan. Segmen win-back, khususnya, ternyata merespons baik penawaran pelanggan-kembali yang sederhana.

Hasilnya

Penjualan berulang tumbuh. Pelanggan yang membeli sekali dan melayang kembali saat diberi alasan relevan, dan biaya menjangkau mereka — mengemail orang yang sudah di sistem — adalah fraksi dari mengakuisisi pelanggan baru lewat iklan. Kampanye win-back ke pelanggan terlewat sangat efektif: dorongan kecil ke orang yang sudah kenal brand memulihkan penjualan yang sebaliknya takkan pernah terjadi.

Refleksi pemilik adalah mereka telah membelanjakan banyak untuk menemukan pelanggan baru sambil mengabaikan yang sudah mereka punya. Email marketing ke daftar yang ada adalah, dengan margin lebar, penjualan termurah yang mereka buat.

Kenapa berhasil

Kemenangannya bukan desain email cerdik; melainkan relevansi dan jangkauan. Karena data pelanggan hidup di Odoo dengan riwayat pembelian, retailer bisa mengirim tiap segmen sesuatu yang benar-benar berlaku untuk mereka — dan email tersegmentasi dan relevan dibuka dan ditindaklanjuti, di mana blast generik diabaikan. Integrasi yang membuat segmentasi mungkin tanpa gesekan daftar terpisah yang melenceng.

Ia juga berhasil karena mereka menghormati channel: irama masuk akal ketimbang spam konstan, dan menghormati unsubscribe, jadi daftar tetap sehat dan terlibat. Daftar yang Anda bakar dengan over-email berhenti berfungsi; yang Anda perlakukan dengan hormat terus menghasilkan.

Ada caveat jujur: email berhasil di sini karena pelanggan retailer ini memang terlibat dengan email untuk pembelian rumah-dan-gaya-hidup yang dipertimbangkan. Untuk audiens berbeda, WhatsApp mungkin membawa lebih banyak beban. Prinsipnya, meski, universal — pelanggan yang ada adalah penjualan termurah Anda, dan menjangkau mereka dengan pesan relevan mengalahkan mengejar orang asing.

Kalau Anda punya daftar pelanggan duduk tak terpakai di sistem Anda dan Anda membelanjakan untuk menemukan pelanggan baru sambil mengabaikan yang lampau, itu biasanya uang ditinggalkan di meja. Kami senang menunjukkan apa yang bisa dilakukan menjangkau pelanggan yang ada, dalam obrolan satu jam gratis.